Berikut gangguan kesehatan mental
anak :
- Gangguan kebiasaan
Gangguan kebiasaan mungkin suatu usaha yang dilakukan anak untuk mengalahkan stres. Beberapa gangguan kebiasaan yang paling sering terjadi diantaranya mengisap ibu jari, menggigit kuku, membenturkan kepala, menggigit atau memukul dirinya sendiri, menggoyangkan tubuh dan lain sebagainya.
Semua anak
yang mengalami gangguan kebiasaan akan menunjukkan perilaku repetitif, tetapi
tergantung juga pada frekuensi dari kebiasaan itu. Sebagai contoh, anak kadang
mengisap jempol yang merupakan fenomena pertumbuhan yang biasa, tapi jika terus
berlanjut hingga usia tertentu, mungkin menjadi tanda peringatan terhadap
gangguan kebiasaan.
- Gangguan psikologis
Gangguan psikologis pada anak meliputi perubahan emosi, fungsi fisik, perilaku dan kinerja mental. Permasalahan gangguan psikologis tersebut dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti gaya pengasuhan, masalah keluarga, kurangnya perhatian, penyakit kronis atau cedera, dan rasa kehilangan atau perpisahan.
Anak
biasanya tidak langsung bereaksi ketika masalah terjadi, tetapi akan
menunjukkan reaksi kemudian hari. Bimbingan yang tepat dapat membantu anak
dapat mempersiapkan diri jika dihadapkan pada masalah yang sifatnya traumatis
pada anak. Orang tua harus dapat memotivasi anak agar lebih ekspresif
menghadapi ketakutan dan kecemasannya.
- Gangguan perilaku
Perilaku tertentu adalah normal terjadi pada anak-anak pada usia dini, tetapi jika masih tetap berlanjut hingga kemudian hari mungkin mengundang intervensi. Gangguan perilaku pada anak dapat ditunjukkan seperti suka melampiaskan amarah karena frustrasi atau kesal terhadap suatu hal.
