hai guys :)
perkenalkan aku Rian Wahyu Fitriana Kusumawuri , biasa dipanggil Rian atau ianian. Aku lahir di Bumi Reog , tanggal 8 Januari 2000 walaupun sebenarnya aku tinggal di Karanganyar. aku beragama islam yang insyaallah dapat menghantarkan ke surga-Nya. Aku anak ketiga dari tiga bersaudara. Kini alhamdulillah aku masih tinggal bersama keluargaku.. Ayahku bernama Suyoko , ST . Mamaku bernama Endar Suparsih , kakakku Resa Muhammad Rofiansyah dan Annisa Nuur Hidayah.. kini aku duduk di bangku kelas 9 SMP N 1 Kebakkramat . sebentar lagi aku memasuki masa putih abuabu.. ah gasabar pengen cepet cepet jadi anak SMA :) . suatu saat nanti aku ingin menjadi seorang dokter , penulis , pelukis dan masih banyak lagi.. aku berharap semoga semua impian , citacita , harapan yang aku targetkan dapat terwujud seperti prinsipku " walaupun harus pergi keliling dunia akan kuraih , kugayung semua mimpi dan citacitaku agar aku dapat memeluk itu semua " .
Aku adalah seorang pemimpi. Aku harus bermimpi dan meraih bintang-bintang dilangit sana dan jika aku gagal meraih bintang maka aku akan meraihnya segenggam penuh awan. Yakin dan percayalah padaNya bahwa Dia telah menaruh impian besar untukku suatu saat nanti :)
Sabtu, 30 Agustus 2014
Jumat, 29 Agustus 2014
SENJA YANG MENGANTAR IMPIANKU
Lambat laun dingin semakin menusuk, masuk kesegala rongga tubuhku, dingin ini
beradu kuat dengan suhu tubuhku yang semakin panas terasa. Aku masih dalam
kesakitanku! Sudah 2 hari aku terbaring lemas diatas kasur berselimut kain
tebal berwarna merah dengan sedikit motif bunga tulip disetiap ujungnya.
Tanpa kusadari, mutiara hangat mulai jatuh, mengairi kedua pipiku. Semakin
deras mengucur dikedua muara anak pipi. Aku menangis malam ini bukan alasan
karena cinta, rasa sakit hati, bukan pula karena sakitku yang tiap harinya
tidak menunjukkan perubahan kearah yang lebih baik. Tapi malam ini, kesedihan
itu datang karena rasa rinduku yang membuncah mendengar suara lemah lembut
beliau.
Setelah magrib usai, ibu menelfonku di seberang sana. Ia menanyakan perihal
kabarku disini, menanyakan kabarku dalam perantauan selama sebulan terakhir.
Aku sedikit gugup menjawab, dengan nada ragu-ragu kujawab bahwa diriku
baik-baik saja ditanah kampung orang. Aku berbohong Allah, maafkan hamba Ya
Allah, tidak ada niat sedikitpun untuk membohongi beliau.
Langganan:
Komentar (Atom)
